Bubung paccidekka atau sumur pelepas dahaga di Desa Mico,
Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki arti
penting bagi warga setempat. Menurut warga, sumur dengan panjang dan
lebar delapan meter itu sudah ada sejak 1800 dan merupakan peninggalan
raja.
Dahulu kala, sumur dengan kedalaman dua meter di dekat areal persawahan
warga Desa Mico itu merupakan tempat melepas dahaga bagi raja seusai
berburu di wilayah tersebut. Dulu, Desa Mico merupakan hutan belantara.
Karena itu, warga pun menjuluki bubung paccidekka atau sumur pelepas dahaga.
Keberadaan sumur itu sangat dijaga warga Desa Mico. Setiap tahun, sumur
itu dibersihkan oleh warga setempat. Sesekali warga saling berebutan
menangkap ikan lele atau belut di sela-sela membersihkan sumur.
Ikan-ikan itu bukan untuk dimasak, melainkan dibunuh oleh warga.
Warga percaya, hal itu dapat membuang kesialan atau menjauhkan gangguan
hama terhadap sawah mereka. Karena itu, selain dijadikan sumber air
untuk diminum warga desa, sumur itu juga menjadi sumber pengairan untuk
sawah-sawah warga.
Usai melakukan pembersihan sumur tersebut, kaum ibu berdatangan untuk
membawakan makanan yang dibungkus dan ditaruh di baki dengan dijunjung
di kepala untuk warga. Sebelum disantap, tetua adat berdoa sebagai
bentuk rasa syukur atas limpahan air hingga membuahkan hasil baik.
Setelah itu, makanan baru boleh disantap dan menandakan ritual
pembersihan sumur warga di Desa Mico berakhir.
sumber:liputan6.com
Visitors | : 477875 Org |
Hits | : 1489644 hits |
Month | : 6214 Users |
Today | : 451 Users |
Online | : 12 Users |
Stat. Web | : Klik |