Orang Prancis menyebutnya déjeuner. Rangkaian ritual makan siang,
yang diawali dengan sajian hors d’oeuvre atau makanan pembuka, disusul
beberapa hidangan utama, dan dessert sebagai pamungkas.
Bagi
warga Prancis, makan siang adalah waktunya 'memuja' perut. Kesan ini
saya rasakan saat bersantap siang, mencicip racikan Michelin-starred
chef, Jarome Laurent, yang hadir di Restoran Lyon di Hotel Mandarin
Oriental, Jakarta, 10-12 November 2011.
Sesaat kami duduk,
Jarome segera menghidangkan 'Seared Red Mullet Fillet', potongan ikan
panggang Red Mullet yang disajikan di atas tumpukan peterseli cincang
dan taburan wijen. Sebagai pelengkap rasa, ia menorehkan saus lemon dan
humus, semacam saos kacang khas Timur Tengah.
Hors d’oeuvre
memang terkesan berat bagi yang tak biasa bersantap dengan gaya Prancis.
Biasanya terdiri dari sajian dingin seperti potongan daging, ikan, dan
sayuran ringan, seperti yang disajikan Jerome siang itu.
Tak
lama setelah piring kosong kami terangkat dari meja, ia segera
menyodorkan sajian yang sedikit lebih berat. Kali ini berupa
'Caramelized Empror Fillet', potongan daging ikan emperor yang disajikan
dengan broad bean, semacam kacang polong, daun bawang utuh, dan taburan
nougatine, menyerupai abon yang terbuat dari campuran gula, glukosa,
dan bawang.
Di salah satu sisi piring saji 'Caramelized Empror
Fillet', saya melihat torehan saos semacam humus. Setelah bertanya
kepada Jerome, ia menjelaskan bahwa itu adalah arthicoke puree, semacam
pure kentang yang terbuat dari kuncup bunga.
Perut sudah mulai
penuh saat piring kedua kami yang sudah kosong kembali diangkat dari
meja. Namun, sajian utama yang hadir selanjutnya sungguh menggoda iman
untuk kembali memainkan pisau dan garpu.
Jarome menyodorkan 'Wagyu Beef With Aromatic Potato Puree Syrah Wine Jus', daging wagyu panggang yang sangat juicy.
Pemilik
'Le Cilantro', restoran ternama di Arles, Prancis, itu menempatkan
topping tumisan yang terdiri dari campuran kentang cincang, tomat,
bawang, paprika bali, dan parsley. "Aromanya seperti bunga," kata koki
yang memiliki pengalaman memasak hampir di setiap benua itu.
Melengkapi
sajian utama itu, Jarome menyiramkan wine syrah di sekeliling daging
wagyu. Ia juga menandai sajian puncak dengan kehadiran pure kentang
lembut yang tersaji di mangkuk kecil. "Pure diolah dari kentang terbaik
yang besar, dengan campuran butter dan olive oil," katanya.
Ritual santap siang itu akhirnya selesai setelah Jarome menyajikan Mango Tart, Mascarpone Cream With Lime Zest, dessert berupa es krim mangga yang dihidangkan bersama biskuit renyah dengan topping mascarpone dan potongan mangga.
Sajian
penutup tersebut ia sempurnakan dengan saus lemon segar yang dicampur
dengan cabai. "Kenapa pakai cabai, karena orang Prancis terbiasa makan
buah seperti mangga dengan cabai," ujarnya.
Selamat mencoba!
Lyon Restaurant
Hotel Mandarin Oriental lt. 2
Jl. MH Thamrin, Jakarta 10310.
Waktu buka: Makan Siang 11.30 hingga 14.30, makan malam 18.30 hingga 22.30
Harga: Rp350.000 hingga Rp1.300.000
Visitors | : 478660 Org |
Hits | : 1492105 hits |
Month | : 6278 Users |
Today | : 490 Users |
Online | : 12 Users |
Stat. Web | : Klik |