Kuliner. Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, dikenal sebagai kawasan Mester.
Sebutan Mester merujuk kepada seorang pria Banda bernama Mester Cornelis
yang mendirikan sekolah di daerah aliran Sungai Ciliwung pada abad 16.
Di abad 19, Mester Cornelis merupakan kota satelit Batavia yang
terkemuka. Saat Jepang masuk ke Batavia pada 1942, Mester Cornelis
diubah namanya jadi Jatinegara. Sejumlah bangunan kuno berdiri seperti
Gereja Koinonia, Stasiun Jatinegara, dan gedung lainnya.
Sejumlah tempat makan legendaris bisa dijumpai di Jatinegara. Di
antaranya warung sate keroncong. Nama ini diberikan karena pengunjung
bisa menikmati sate diiringi alunan keroncong. Sate keroncong ada sejak
1959 dan saat ini masih dijalankan oleh pendiri awalnya.
Pengolahan menu di warung ini bergaya khas Klaten termasuk tongseng yang
menjadi menu favorit atau gulai kambing. Bumbu yang kental dan irisan
cabai rawit segar menjadi kunci kelezatan hidangan di warung ini kendati
daging kambing yang disajikan tak terlalu muda.
Tidak jauh dari sate keroncong, terdapat soto Betawi Bang Mus yang
legendaris sejak 1948. Warung yang kini dikelola generasi ketiga ini
berawal dari soto pikul yang dijajakan keliling. Soto Bang Mus disajikan
tawar. Pembeli dapat menambahkan sendiri bumbu sesuai selera.
Isi soto pun bisa memilih sendiri sesuai selera seperti babat jarit,
usus, dan babat handuk atau iso. Soto makin asyik dengan ditambah emping
dan perkedel kentang. Andalan warung soto ini adalah daging sengkel
yaitu paha dengan urat serta paru sapi yang diolah garing.
Bagaimana Anda tertarik menjelajah kawasan Jatinegara? Tempat ini cukup
mudah diakses dengan berbagai kendaraan umum, bus biasa maupun
Transjakarta hingga metromini.
Visitors | : 478497 Org |
Hits | : 1491734 hits |
Month | : 6268 Users |
Today | : 491 Users |
Online | : 15 Users |
Stat. Web | : Klik |