Kuliner. Pokoknya jangan ngaku orang Jakarte kalo belum pernah nyobain makanan
racikan Haji Bule yang satu ini. Ada gabus pucung yang legendaris sampai
pecak gurame yang pedas gurih dan juara rasanya. Lezatnya makanan
Betawi memang kagak ada matinye!
Suatu hari atasan di kantor
meminta saya untuk dibawakan makan siang khas Betawi yaitu gabus pucung.
Lokasi rumahku memang berdekatan dengan kampung Betawi "Setu Babakan"
dan di sana terdapat warung yang terkenal dengan makanan khas Betawi.
Namun demikian ternyata warung tersebut tutup. Setelah berputar-putar,
aku menemukan warung makan Betawi "Haji Bule" dekat Bens Radio yang
didirikan almarhum Benjamin S.
Warung itu sangat sederhana,
terbuat dari bilik bambu dan atap daun kelapa. Awalnya ragu-ragu saya
masuk sambil menyapa Assalamualaikum. Seorang ibu berkerundung dengan
perawakan gemuk menjawab salamku dengan senyum yang lebar.
"Waalaikumsalam, cari apa neng?" ujarnya ramah. Saya segera mengutarakan
maksud kedatangan saya ke sana yaitu untuk membeli gabus pucung.
Sayang
sekali pucung gabus yang saya cari hari itu rupanya tidak tersedia
karena menurut sang pemilik ikan gabusnya sedang tidak ada stok. Namun
kemudian dia menawarkan makanan lain yaitu pecak gurame. Harga yang
ditawarkan cenderung tidak terlalu mahal masih dibawah Rp 50.000,00.
Setelah mencatat pesanan saya yaitu pecak gurame dan sop iga, ia segera
kembali ke dapur.
Bahkan saya juga dipersilahkan untuk masuk ke
dapurnya. Dapur kecil itu lengkap dengan berbagai bumbu khas yang
digunakan untuk memasak hidangan Betawi. Saya melihat tampak sekilas ada
tomat segar, cabe merah, dan cabai hijau dengan warna yang cerah.
Asistan sang ibu pemilik di dapur mulai mengupas jahe besar. Ia kemudian
mencampurnya dengan beberapa bumbu lain. Wah, saya jadi langsung
menyaksikan makanan yang saya pesan dibuat.
Karena proses
pembuatan cukup lama saya menunggu di meja makan. Saat disajikan seekor
ikan gurame dengan besar dengan taburan bumbu diatasnya pun siap sudah.
Tampaknya hidangan ini benar-benar sangat menggoda. Ikan yang digoreng
berwarna kuning kecoklatan, dilengkapi bumbu ulek dari cabe merah, cabe
hijau, cabe rawit kuning, jahe, dan bumbu lain.
Penasaran saya
pun mencoba mencicipi satu potong ikan yang tersedia di piring. Wah,
ternyata rasanya sangat segar, pedas, dan masih terasa hangat karena
fresh from the wajan. Jahe yang mendominasi kuahnya yang keruh
kecoklatan pas beradu dengan ikan gurame goreng yang gurih. Kuah bumbu
yang pedas bahkan sesekali terasa menggigit di lidah. Sambil menunggu
pesanan lain, saya pun asyik menikmati hidangan khas Betawi yang unik
ini.
Meskipun rumah makan ini buka hingga malam, tetapi
sepertinya lebih banyak orang yang makan siang di sini. Karena lauknya
cepat habis bahkan sore hari pun kadang sudah tutup. O ya, berhubung
masih penasaran dengan si gabus pucung beberapa minggu kemudian saya
mencoba datang lagi untuk menikmati pucung gabus di warung ini. Ternyata
si gabus pucung juga tak kalah enak. Tapi tetap saja lidah saya lebih
cocok dengan pecak gurame yang lezat itu. Buat saya pecak gurame
juaranya untuk makanan Betawi.
RM Betawi "Haji Bule"
(Dekat Bens Radio)
Jl. Jagakarsa
Jakarta Selatan
Jam Buka: 11.00 - habis
Visitors | : 479079 Org |
Hits | : 1494171 hits |
Month | : 6229 Users |
Today | : 499 Users |
Online | : 8 Users |
Stat. Web | : Klik |