Safaruddin, S.Kom
Teknisi Komputer, Programmer Web.
Yogyakarta, Indonesia.

I love the web
follow me on

Tengganan Desa Tradisi Kuno Karangasem

Selasa, 11 Oktober 2011 08:58:15
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Pariwisata.

Pulau Bali seakan tak pernah kering dengan tempat wisata dan aktivitas warganya yang menawan.

Di Pulau Dewata, tepatnya di Karangasem, ada desa kuno bernama Desa Tengganan. Di desa ini ada kain yang amat langka dan tentu saja bernilai mahal hingga mencapai puluhan juta rupiah per lembarnya. Kain grinsing namanya. Kain yang satu ini terbuat dari kapas asli Bali. Butuh waktu paling tidak 10 tahun untuk membuat satu kain grinsing ini.

Kain grinsing memang menjadi ciri khas Desa Tengganan. Kerajinan kain grinsing menjadi mata pencaharian warga asli desa kuno ini. Kain grinsing dipercaya sebagai kain yang bisa berfungsi untuk menolak bala dan bencana. Grinsing berasal dari kata 'gering' yang berarti wabah dan 'sing' mempunyai makna tidak.

Menilik dari keistimewaannya, maka tak heran jika kain grinsing biasa dipakai warga dalam acara-acara adat khusus yang dilakukan dalam tradisi turun-temurun, semisal upacara Melasti ke Segare.

Menurut Pemangku adat Desa Tengganan, I Mangku Widia dalam upacara itu semua warga mulai dari yang tua hingga anak-anak, baik pria maupun wanita, berjalan kaki sejauh empat kilometer untuk mengikuti upacara Melasti ke Segare di Candi Dasa.


, desa tradisi kuno, karangasem, tengganan

Anda sedang membaca Tengganan Desa Tradisi Kuno Karangasem kategori Pariwisata. Silahkan beri komentar, baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan. Semoga bermanfaat.